Header Ads

Resmi Dilantik, Ini Pesan Rais Aam Kepada Pengurus PCNU Kebumen

Resmi Dilantik, Ini Pesan Rais Aam Kepada Pengurus PCNU Kebumen

Resmi Dilantik, Rais Aam: PCNU Kebumen Harus Mampu Jaga Stabilitas Negara
Kebumen, PecintaUlama.IDPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kebumen telah menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kota Kebumen pada akhir September lalu. Kegiatan ini menetapkan KH Afifuddin Chanif al-Hasani sebagai Rais Syuriah PCNU Kebumen menggantikan KH Wahib Mahfudz dan KH Dawamuddin Masdar terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah menggantikan K Masykur Rozak.

PCNU Kebumen masa khidmat 2018-2023 resmi dilantik oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar pada Ahad (2/12). Acara ini bertempat di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu Kebumen.

Acara ini dilangsungkan bersamaan dengan pengajian umum dalam rangka peringatan Maulid Muhammad SAW dan dihadiri oleh ribuan jamaah pengajian. Turut hadir pula instansi pemerintah Kota Kebumen, Wakil Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz, Kapolres, dan Dandim Kebumen serta Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Muzammil.

Pasca melakukan pelantikan, KH Miftahul Akhyar memberikan mauidzah hasanah dan mengingatkan kepada kepengurusan NU Kebumen untuk senantiasa melakukan kaderisasi dan mampu bersinergi dengan pemerintah. Menurutnya kaderisasi sangat penting namun perlu didukung oleh pemilik kebijakan.

"Tugas manusia adalah memakmurkan. Memakmurkan kan harus ada petugasnya. Ada ashabul haq (pemilik kebenaran), ada ashabul qarar (pemilik kekuasaan), termasuk ashabul quwwah (memiliki kekuatan). Kalau ashabul haq tidak didampingi oleh ashabul qarar hanya mampu bertahan berapa? Semula Saudi yang Ahlussunah wal Jamaah saja mampu ditundukkan dan dibubarkan oleh Wahabi yang bersekongkol dengan kekuatan dan kekuasaan," tuturnya.

Oleh karena itu, pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini menambahkan, NU dan PCNU Kebumen khususnya harus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas negara. Sehingga negara Indonesia tetap menjadi negara yang aman dan nyaman.

"Aman dan nyaman untuk menjalankan ibadah," tutup Kiai Miftach. [*]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.