Header Ads

Kenang Perjuangan Gus Dur, IPNU Banyuwangi Gelar Diskusi

Kenang Perjuangan Gus Dur, IPNU Banyuwangi Gelar Diskusi

Banyuwangi, PecintaUlama.IDSiapa yang tidak kenal Gus Dur, panggilan akrab dari KH Abdurrahman Wahid, Presiden Republik Indonesia Ke-4. Sosok karismatik yang terlahir dengan nama Abdurrahman ad-Dakhil ini terkenal dengan guyonan-guyonan yang menggelitik.

Pemikiran-pemikiran Gus Dur yang hingga sampai saat ini masih menjadi pembahasan khalayak, membuat para kaum pelajar khususnya ingin mengenang jasa-jasa tokoh Nahdlatul Ulama ini. Seperti kegiatan Diskusi Bersama Santri Gus Dur yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (15/12) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Ta'lim Ababil Genteng Wetan, Genteng, Banyuwangi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari pelajar, santri, mahasiswa, dan tokoh masyarakat berkumpul untuk memahami tentang bagaimana perjalanan Gus Dur berjuang.

Koordinator kegiatan, Ahmad Mujib Hanafi mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakna sebagai wujud penghormatan kepada salah satu tokoh di Indonesia, yakni Gus Dur. Sehingga perlu adanya peringatan dalam mengenang rekam jejak Gus Dur.

"Bulan Desember merupakan bulan di mana Kiai Abdurrahman Wahid berpulang ke hadapan Allah SWT. Tentunya, kita sebagai kader muda NU (IPNU.red) haruslah memahami tentang bagaimana Gus Dur dalam berkhidmat, baik dalam negara, organisasi maupun agama," ungkap Mujib.

Anggota Departemen Jaringan Pesantren dan Sekolah PC IPNU Banyuwangi ini menambahkan, bahwa alasan pengambilan tema Gus Dur Sang Guru Bangsa adalah karena peran Gus Dur selalu dinantikan oleh siapapun.

"Kita membuat tema kegiatan yakni Gus Dur Sang Guru Bangsa dengan alasan bahwa sampai saat ini, peran Gus Dur sangat dinanti-nantikan oleh pelajar khususnya, terutama tentang konsep pemikiran beliau yang begitu brilian," imbuhnya.

Fiqri Aditiya yang merupakan Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Banyuwangi ini mengatakan pentingnya mengenang sepak terjang tokoh dalam memperjuangkan bangsa Indonesia dan Nahdlatul Ulama terutama bagi kaum pelajar.

"Berbagai cara dilakukan oleh warga Nahdliyin dalam menyelenggarakan haul seorang Guru Bangsa, Gus Dur. Kami PC IPNU Banyuwangi mengadakan acara sebuah diskusi sebagai cara kami dalam rangka Haul KH Abdurrahman Wahid," jelas Fiqri.

"Dus Gur muda adalah seorang yang rajin dalam membaca, membaca semua buku. Ayah beliau, Kiai Wahid Hasyim yang memiliki berbagai macam buku, Gus Dur pun membaca buku-buku tersebut," tambahnya.

Atas dasar itu, Fiqri mengajak para pelajar agar bisa meniru kebiasaan Gus Dur tersebut, yakni membaca buku. "Dengan kedisplinan tersebut, tentunya sebagai pelajar kita harus bisa meniru kebiasaan beliau yakni membaca buku," pungkasnya.

Diskusi tersebut diakhiri dengan pembacaan Syi'ir Tanpo Wathon yang diiringi dengan alunan musik akustik yang dibawakan oleh grup akustik Nahdliyin Muda. [*]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.