Header Ads

Hadapi Tantangan Zaman, SDC Gelar Madrasah Design 2.0

Hadapi Tantangan Zaman, SDC Gelar Madrasah Design 2.0

madrasah design
Malang, PecintaUlama.ID - Tantangan zaman yang ada saat ini menuntut siapapun untuk dapat menguasai segala hal penunjang yang ada termasuk desain. Menyikapi hal ini, Santri Design Community (SDC) mengadakan Madrasah Design 2.0 yang merupakan kelanjutan dari Madrasah Design 1.0. Madrasah Design sendiri merupakan kaderisasi bagi siapapun yang ingin bergabung ke dalam Santri Design Community.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/8) di Pesantren Mahasiswa Ar-Rahman Malang ini mampu menarik animo masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini. Hal ini bisa dibuktikan dengan membeludaknya pendaftar kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta ini.

"Total pendaftar sampai 50 orang. Padahal hanya 30 orang saja yang berhak mengikuti Madrasah Design 2.0 ini," jelas Zidny Nafi', senior mentor SDC.

Ada empat materi yang disampaikan pada kegiatan ini. Pertama adalah mengenai keaswajaan yang disampaikan oleh Abdulloh Hamid, dosen UIN Surabaya. Kedua mengenai teknik desain yang dibawakan oleh Dodik Nurcahyo, Founder SDC.

Materi ketiga adalah Strategi dan Tantangan Dakwah Komunitas Santri yang dibawakan oleh Hakim Jayli, Dirut TV9 Nusantara. Sedangkan materi keempat mengenai Branding dan Konsep Desain yang dibawakan oleh Fauzi Priambodo, CEO & Founder Giga Nusa, Teamwork, dan Bambu Runcing.

Alasan pemilihan keempat pemateri tersebut cukup beralasan karena selain untuk membuka wawasan peserta dalam menghadapi tantangan zaman, kesemua pemateri tersebut sudah cukup teruji karena sudah terjun langsung ke bidang yang didalami oleh pemateri.

"Selain menghadapi tantangan zaman, pemilihan pemateri juga bertujuan untuk membuka wawasan peserta karena pemateri sudah terjun langsung ke bidangnya. Contoh saja Cak Hakim Jayli yang menjadi Dirut TV9 Nusantara, sehingga sudah paham betul apa saja yang dihadapi di masyarakat," jelas Syukron Dosy, salah satu tim SDC.

Selepas kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu untuk mengisi dunia digital, khususnya media sosial dengan konten-konten yang penuh kedamaian. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu pemateri, Hakim Jayli. Menurutnya, saat ini perlu ada yang mengisi dakwah di dunia digital sehingga pesan-pesan damai yang disampaikan oleh para kiai bisa tersampaikan di masyarakat.

"Harus ada sekelompok orang di pesantren, di ahlussunnah waljamaah, di Nahdlatul Ulama yang konsen pada dunia digital, sehingga pesan dari kiai bisa tersampaikan dan eksis di dunia digital," pesannya.

Hal ini cukup beralasan karena saat ini banyak yang kurang ilmu tapi bisa eksis di media sosial dan digemari oleh masyarakat.
 
"Hari ini, yang tidak memiliki ilmu atau kapasitas bisa eksis sedangkan yang memiliki ilmu tidak bisa eksis," pungkasnya. (*)

Posting Komentar

0 Komentar