Header Ads

Ketum Pagar Nusa: Gerakan Intoleran Tidak Bisa Dibiarkan

Ogan Komering Ilir, PecintaUlama.ID - Ketua Umum Pagar Nusa, M Nabil Haroen sangat menyayangkan tindakan penyerangan Gereja St Lidwina Sleman dan penganiayaan terhadap pastor serta jemaat gereja. Ahad (11/2) pagi, Gereja St Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta diserang seorang lelaki bersenjata tajam. Penyerang melukai pastor dan beberapa jemaat. Selain itu, penyerang juga melukai seorang polisi yang berusaha mengamankan pelaku.

Menanggapi penyerangan ini, Nabil Haroen menyeru bahwa gerakan intoleran tidak bisa dibiarkan lagi. "Saya sangat menyayangkan penyerangan yang terjadi di Gereja St Lidwina Sleman. Beberapa waktu lalu, terjadi penyerangan kiai di Cicalengka Jawa Barat," ungkap Nabil dalam Silaturahmi Pagar Nusa se-Sumatera Selatan yang dilaksanakan di Tuga Jaya, Ogan Komering Ilir, Sumsel, Ahad (11/2).

"Kalau penyerangan ini terus dibiarkan, akan memecah belah dan berdampak buruk bagi bangsa ini," imbuhnya.

Nabil Haroen mengungkapkan bahwa pada tahun 2018 dan 2019, yang dianggap sebagai tahun politik, konsolidasi, dan silaturrahim antar elemen warga harus ditingkatkan. 

"Kemarin kiai yang dibacok, sekarang pastor yang diserang. Ini semacam rangkaian kekerasan yang harus diputus. Tidak sekedar mencari dan menemukan pelaku, tapi memutus jaringan kekerasan ini. Jangan sampai Indonesia kita dibuat keruh oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab," terang Nabil Haroen.

Nabil Haroen mengajak warga Nahdliyyin, santri dan bersama warga lintas agama, serta Polri dan TNI, untuk saling menjaga situasi agar tetap kondusif. "Kita jangan sampai kalah dengan kekerasan. Harus ada gerakan bersama untuk memutus mata rantai kekerasan ini. Pagar Nusa sudah menginstruksikan jaringan pendekar untuk merapatkan barisan, konsolidasi dengan warga lintas agama serta simpul-simpulnya untuk saling bekerjasama," jelas Nabil Haroen.

"Kami juga terus berkomunikasi intensif dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk bersama-sama mencipta situasi kondusif," imbuh Nabil Haroen yang didampingi Emi Sumirta, Ketua PW Pagar Nusa Sumatera Selatan, Ki Cokro, M Aziz, Muamarullah, dan jajaran Pimpinan Pusat Pagar Nusa.
"Jangan sampai, situasi politik pada masa menjelang Pilkada, Pilleg, dan Pemilihan Presiden, pada tahun 2018 dan 2019 ini, menjadi turbulensi sehingga dimanfaatkan kelompok yang tidak bertanggungjawab," ungkap Nabil, di hadapan ratusan pendekar Pagar Nusa dan antar Perguruan Silat di Ogan Kemiring Ilir.

Nabil Haroen mengajak pada tokoh-tokoh lintas agama untuk saling silaturahmi, untuk menyamakan persepsi menjaga bangsa. "Silaturahmi lintas agama harus diintensifkan, antara tokoh maupun antar warganya. Ini penting, agar umat antar agama saling bersilaturahmi. Mari kita tingkatkan ukhuwwah basyariah, persaudaraan kemanusiaan kita, untuk menjaga situasi tetap damai. Kalau ukhuwwah ini terjaga, tujuan pelaku kekerasan untuk mencipta situasi chaos, tidak akan tercapai," harap Nabil Haroen.

Dalam waktu dekat, Pagar Nusa akan menyelenggarakan Silaturahmi antara ulama, santri dan pemuka lintas agama di beberapa kawasan, untuk keamanan dan persaudaraan kebangsaan. Agenda ini, merupakan satu rangkaian dengan Ijazah Kubro Pagar Nusa, pada Januari 2018 lalu di Cirebon, Jawa Barat. [Red/PecintaUlama.ID]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.