Header Ads

Menengok Suasana Debat Konstitusi Berbasis Kitab Kuning MQK 2017

Jepara, PecintaUlama.ID - Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke VI tingkat Nasional kali ini. MQK tahun 2017 yang diselenggarakan di  Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin Balekambang Jepara Jawa Tengah ini dimeriahkan dengan lomba Debat Konstitusi berbasis Kitab Kuning.

Salah satu tema dalam debat adalah kepemimpinan dalam Islam. Lomba menampilkan dua tim perwakilan dari masing-masing provinsi. Mereka diperankan dalam posisi pro dan kontra.

Berdasarkan pantauan di lokasi yang diambil dari situs resmi Kemenag RI, peserta tampak apik dalam menyampaikan argumen dengan dalil-dalil yang ada berdasarkan kitab kuning.

"Kita ingin menunjukan bahwa issue-issue konstitusi sangat familiar dan relevan dengan kandungan kitab kuning," ujar Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi di Jepara, Sabtu (2/12).

"Konsep standar dalam kitab kuning dapat menjadi rujukan alternatif kehidupan berbangsa dan bernegara," sambungnya.

Menurut Zayadi, lomba ini merupakan ikhtiar Kemenag untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tentang nasionalisme dalam Islam dan menjadi upaya sosialisasi konstitusi di lingkungan pesantren.

MQK selama ini merupakan kegiatan rutin 3 tahunan yang digelar Kementerian Agama. Pada penyelenggaraan MQK tahun ini merupakan gelaran yang keenam. 

MQK I digelar di PP Al Falah Bandung (2004), MQK II di PP Lirboyo Kediri Jawa Timur (2006), MQK III di PP Al-Falah Banjarbaru Kalimantan Selatan (2008), dan MQK IV di PP Nahdlatul Wathan Pancor NTB (2011) dan MQK V di PP As'ad Olak Kemang Jambi (2014). MQK VI ini sendiri akan berlangsung sampai Rabu (6/12) mendatang.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.