Header Ads

Kiai Said: Pondokkan Anak di Pesantren NU Agar Tidak Jadi Teroris

Lombok Tengah, PecintaUlama.ID - "Kalau anak anda tidak mau jadi teroris, paling aman masukkan dia agar nyantri di Pondok Pesantren NU. Di luar pesantren NU, saya tidak menjamin," kata KH Said Aqil Siroj dalam Pengajiannya di Pondok Pesantren Nurul Qur'an Mertak Tombok Praya Lombok Tengah, Rabu (22/11) siang ini.

Menurut Ketua Umum PBNU ini, semua pesantren Nahdlatul Ulama tidak ada yang mengajarkan terorisme dan kekerasan. Hal itu disebabkan pesantren NU tidak hanya mengajarkan Al Qur'an dan Hadist, tapi juga Akhlakul Karimah dengan sanad keilmuan yang jelas.
Terjadinya pengeboman, penyerangan polisi, dan kekerasan bernuansa agama yang marak terjadi adalah karena pemahaman keislaman dan pemahaman Al Qur'an pelakunya yang keliru.
"Tidak cukup mempelajari Al Qur'an dengan hanya membaca Tarjamah, tapi juga harus belajar Tafsir, Takwil, Asbabun Nuzul, ilmu-ilmu alat dan ilmu-ilmu Al Qur'an yang lain," tandasnya.

Karena itu, Kiai Said mengapresiasi Pesantren Nurul Qur'an Mertak Tombok yang memfokuskan pembelajaran Al Qur'an untuk para santri-santrinya.
"Di sini selain menghafalkan Al Qur'an, juga santri belajar kitab-kitab kuning, kitab tafsir, kitab hadist dan lain-lain, generasi inilah yang akan menjaga Al Qur'an dengan dada mereka, menjadi hafidz dan ahli Al Qur'an" tandasnya.

Bupati Lombok Tengah Serahkan Hibah Tanah untuk PBNU
Dalam kesempatan Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Persatuan Guru NU Lombok Tengah periode 2017-2022 ini, Bupati Lombok Tengah, H Suhaili FT, menyerahkan hibah berupa sebidang tanah yang akan digunakan PBNU sebagai tempat membangun Kantor Pengurus Cabang NU Lombok Tengah.
KH Said Aqil Siroj Terima Sertifikat Tanah Hibah dari Bupati Lombok Tengah, H Suhaili FT
Penyerahan hibbah dilakukan langsung oleh H Suhaili FT dengan menyerahkan sertifikat tanah tersebut kepada KH Said Aqil Siroj di hadapan ribuah jama'ah yang memadati Tabligh Akbar ini di Pondok Pesantren Nurul Qur'an besutan Qori' Internasional, H Sabarudin ini. [AJ/PecintaUlama.ID]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.