Header Ads

Rektor IPB: KMNU Bisa Jadi Trendsetter Perubahan

Bogor, PecintaUlama.ID - Rangkaian pembukaan acara Musyawarah Nasional KMNU ke-4 yang dilaksanakan di Auditorium CCR Kampus IPB Dramaga menjadi agenda yang sangat ditunggu-tunggu oleh anggota KMNU dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia.

Peserta yang hadir terdiri dari dari 22 KMNU PT di Indonesia, yaitu KMNU IPB, KMNU UNILA, KMNU Polinela, KMNU STIS, IMAN STAN, KMNU UNSRI, KMNU UII, KMNU UNY, KMNU UGM, KMNU Undip, KMNU IAIN Ponorogo, KMNU UB, KMNU UNAIR, KMNU Telkom, KMNU UNSOED, KMNU SSG, KMNU UNUD, KMNU IAIN Kalijaga, KMNU STKS, KMNU Padjadjaran, KMNU ITB, KMNU UPI.

Acara Seminar Nasional yang menjadi acara pembuka pada Munas IV KMNU dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Waketum PBNU KH Mashoem Mahfudz. Selain itu beliau berdua, acara ini dihadiri juga oleh Rektor IPB Dr Arif Satria SP MSi yang juga membuka secara resmi acara Munas ini.

Menurut pria yang kerap disapa Arif ini, bahwa lirik Yaa Lal Wathan, Indonesia Biilaadii (Indonesia negeriku), dan diakhiri dengan siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu merupakan komitmen kebangsaan yang luar biasa dari teman-teman KMNU.

"Zaman sekarang sudah dihadapkan pada zaman perubahan. Banyak organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan yang mengalami degradasi karena kurangnya membaca dan memahami perubahan," jelasnya. 

"Saya yakin bahwa teman-teman KMNU sudah memahami perubahan sehingga tidak hanya menjadi kebutuhan melainkan bisa menjadi trendsetter perubahan," imbuhnya.

Pembacaan Sholawat Nabi yang dibawakan oleh tim Hadroh PP Salafiyah Terpadu Al-Umm Pagentongan turut memeriahkan acara ini sebagai pembuka cara pada Seminar Nasional KMNU. Selain itu, Syubbanul Wathan karya KH Wahab Chasbullah pun tak lupa dilantunkan secara serentak dan kompak oleh seluruh peserta Seminar Nasional. Lagu Syubbanul Wathan sendiri merupakan jargon para warga NU yang menceritakan tentang keterkaitan Islam dan NKRI.

Rektor IPB sangat mendukung penuh adanya kegiatan untuk mempertahankan NKRI. "Mendukung kegiatan mahasiswa untuk menjadi pemimpin, bangga akan semangat kebangsaan KMNU," tutup Rektor IPB. [Widiaturrahmi/PecintaUlama.ID]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.