Header Ads

Buka Munas KMNU Ke-4, Kiai Said Pertegas Maksud Islam Nusantara

Bogor, PecintaUlama.ID - Jum'at (19/10) Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) mengadakan Seminar Nasional (semnas) dengan tema Islam, Ekonomi, dan Kebangsaan. Semnas ini merupakan salah satu rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) KMNU ke-4 yang dilaksanakan di Bogor, tepatnya di Kampus IPB Dramaga.

Acara ini berhasil menggemparkan Kampus IPB Dramaga. Pasalnya, Seminar Nasional tersebut menghadirkan Prof Dr KH Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU, sebagai Keynote Speaker. Total ada lebih dari 300 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia yang mengikuti semnas ini.

Kehadiran Ketum PBNU ini sangat dinantikan oleh peserta Seminar Nasional. Ia menuturkan bahwa tidak boleh ada permusuhan kepada siapapun selain kepada pihak yang melanggar hukum. "Terhadap orang Yahudi tidak boleh bermusuhan, semua adalah saudara kita," ucapnya.

Menurut kiai yang pernah mondok di Pesantren Lirboyo ini, pada 15 abad yang lalu Nabi Muhammad SAW berhasil mendirikan negara yang tidak berdasarkan agama yang disebut Tamaddun, negara itu kini menjadi negara Madinah. Madinah didirikan berdasarkan Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kebijaksanaan, dan Keadilan bagi seluruh rakyat Madinah. 

Dalam pemaparannya, Kiai Said menekankan pada pemahaman terhadap Alquran. Seseorang yang memahami Alquran harus ditelan dengan baik-baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam menafsirkan Alquran. "Hafal Qur`an, baca Qur`an, tapi tidak melalui tenggorokan artinya mereka tidak paham isinya," jelasnya. Hal tersebut memberikan pemahaman kepada kita bahwa ketika menerima informasi harus ditelaah dengan baik-baik, jangan diterima secara mentah-mentah.

Alumnus Doktoral Universitas Ummul Qura ini juga berpesan bahwa dalam mencintai Islam dan Negara harus berdasar pada Hubbul Wathon Minal Iman yang artinya Nasionalisme sebagian dari iman. "Agama dan Budaya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pasalnya Agama dan Budaya dapat saling memperkuat, sehingga dapat terbentuk Islam Nusantara," terang Kiai Said.

Di penghujung pidato, Prof Dr KH Said Aqil Siroj membuka acara Musyawarah Nasional KMNU ke-4 dengan mendengungkan rebana dan ditutup oleh lantunan Mahalul Qiyam oleh PP Salafiyah Terpadu Al-Umm Pagentongan. [Widiaturrahmi/PecintaUlama.ID]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.