Header Ads

Menag: Islam Sangat Menentang Ekstrimisme

Menag Berikan Sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Istana Negara
Jakarta, PecintaUlama.ID - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa umat Islam adalah umat yang anti terhadap semua sikap ekstrimisme dan tindakan yang melampaui batas.

Hal tersebut dikatakan Menag ketika memberikan sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Bogor, Kamis (30/11).

Menurutnya, umat Islam adalah umat yang mendapatkan kehormatan, karena telah dideklarasikan Allah sebagai ummatan wasathan (umat pertengahan), umat moderat, umat yang adil dan pertengahan.

Menag menambahkan bahwa umat Islam adalah umat yang mampu menjadikan sikap pertengahan sebagai pilihan hidup dalam segala lini, cara pikir, cara beribadah, serta cara muamalah.

"Islam sangat menentang sikap ekstrimisme dalam bentuk apapun. Sikap tersebut akan menimbulkan dampak negatif dan ekses buruk tidak hanya bagi individu tetapi juga di keluarga, masyarakat, negara, dan dunia," ujar Menag Lukman.

Menurut Menag, sikap ekstrim dalam beragama juga akan memberikan dampak negatif terhadap agama itu sendiri dan akan menimbulkan bencana ke luar agama.

"Ekstrimisme akan menyebabkan agama menjadi pihak tertuduh munculnya disharmoni di tengah-tengah masyarakat lokal dan internasional," ujar Menag.

Oleh sebab itu, Menag menambahkan bahwa kerukunan antarumat beragama sudah seharusnya menjadi suatu nilai yang semakin lentur di negara Indonesia. Meski sebenarnya membela dan mempertahankan tanah air pada hakikatnya adalah bagian dari upaya menegakkan agama. Menurutnya, membela tanah air merupakan kewajiban agama.

"Setiap warga negara Indonesia perlu kembali diingatkan khususnya pada hari besar Maulid Nabi besar kita saat ini bahwa bangsa ini berdiri di atas perjuangan pribadi-pribadi yang memandang orang lain sebagai warga sebangsa dan setanah air tanpa memandang latar belakang agama, suku dan budaya," tutur Menag.

Menag mengakhiri sambutannya dengan mengajak semua pihak agar menjadikan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai acuan untuk lebih menggerakkan Revolusi Mental, sehingga agenda-agenda nasional dan segala amal shalih yang telah dilaksanakan benar-benar membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Selain dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, tampak hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini di antaranya Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Jaksa Agung HM Prasetyo. Selaku pemberi Tausiah Maulid adalah Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.